oleh

4 Cakades Lebung Laporkan Panitia Pilkades

Diduga Banyak Kecurangan

LEBUNG, harianbanyuasin.com – Keberatan atas proses pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lebung Kecamatan Rantau Bayur diduga banyak kecurangan. Akhirnya 4 Calon Kepala Desa (Cakades) kompak melaporkan panitia Pilkades Lebung, Senin (22/11) kemarin.

Surat yang ditandatangani 4 Cakades tersebut berisikan 14 poin sanggahan atas pelaksanaan dan hasil Pilkades. Keempat Cakades tersebut yakni Lebung Rama Rasima, Jon Heri, Dadang Sri Wahyu dan H Dencik. Mereka mengancam akan membawa proses Pilkades tersebut ke ranah hukum. Serta akan menggelar aksi unjuk rasa, bila Pilkades Lebung tidak dilakukan pemilihan ulang.

Diungkapkan Dadang salah satu Calon Kades Lebung kepada harianbanyuasin.com mengatakan, Proses pelaksanaan Pilkades Lebung itu banyak kecurangan dan tidak ada ke transparan dari panitia Pilkades dalam pelaksanaan, dimana diantaranya hasil rekap suara yang dikeluarkan  dari printout komputer e-voting itu tertanggal 18 November 2021 pukul 07.00 WIB.

Sedangkan hari pemilihan itu tanggal 17 November 2021, terus sesudah hari H pada saat pihaknya hendak melakukan sanggahan.

“Panitia Pilkades menghilang bersamaan dengan nomor ponsel mereka tidak aktif. Dan baru memberitahu setelah hari Jumat dan hari Sabtu untuk memasukkan surat sanggahan,” terangnya.

“Jelas itu unsur sengaja karena katanya komputer itu tidak bisa diotak-atik kenapa rekap print out hasil surat suara itu tertanggal lewat hari H. “Terus kenapa panitia menghilang hingga hari Sabtu baru dibolehkan untuk memasukkan sanggahan. Sedangkan hari Sabtu itu dinas libur,” kesalnya.

Maka dari itu pihaknya merasa keberatan atas hasil Pilkades Desa Lebung, karena tidak sesuai dengan aturan serta juknis yang ada terutama pada Perbup Nomor 115  tahun 2017. Apalagi pada hari pelaksanaan Ketua BPD selalu ikut andil dalam proses pilkades.

Rama Rasima calon Kades Lebung nomor urut 1 juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan Pilkades itu beberapa komputer ada yang eror serta dipending. Namun setelah berfungsi kembali berisikan surat suara pemilih lebih banyak, banyak pemilih tidak dapat menyalurkan hak pilih mereka karena kekacauan pada saat pemilihan.

“Sebelum pelaksanaan juga alat E-Voting yang sudah bermalam ditempat panitia dan perangkat desa yang merupakan keluarga calon terpilih itu. Kondisinya sudah tidak bersegel lagi, ditambah karena tidak adanya ketransparanan panitia Pilkades pihaknya juga meminta pihak terkait atau aparat penegak hukum, untuk mengecek keabsahan ijazah salah satu calon terpilih tersebut,” pintanya.

Sementara itu H Dencik calon Kades Lebung nomor urut 4 mengaku, pelaksanaan Pilkades Lebung itu sudah kacau dari awal karena tidak ada ketransparanan panitia. Apalagi dengan total mata pilih sebanyak 3.632 pemilih tempat pemungutan suaranya, dibuat hanya dalam satu tempat.

Sehingga terjadi kekacauan-kekacauan seperti itu dan untuk itulah pihaknya membuat surat sanggahan yang telah dikirimkan ke Polres, DPMD, Kejari dan Inspektorat Banyuasin. Tujuannya agar Pilkades Lebung dilakukan pemilihan ulang serta mendiskualifikasi calon nomor urut 5 karena keabsahan ijazahnya dipertanyakan.

“Keabsahan pendidikan calon nomor urut 5 itu cuma ada keterangan belajar saja apakah tamat atau tidak kita tidak mengetahui. Karena panitia tidak transparan dan kepada pihak terkait yang telah kami surati. Harapannya laporan kami ini ada tindak lanjut dan bila tidak dilakukan pemungutan suara ulang. Tidak menutup kemungkinan kami akan adakan aksi unjuk rasa,” tegasnya.(son)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya