oleh

DAFTAR MUDAH, CUKUP DARI RUMAH

Oleh: Andi Zetama, S.E
Analis Keimigrasian Ahli Pertama
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang

MASA pandemi CoViD-19 menimbulkan dampak yang tidak mungkin bisa dihindari oleh setiap aspek pemerintahan yang ada di Indonesia. Terutama dalam hal pelayanan publik yang mana sebelumnya semua bisa dilakukan secara tatap muka, namun sekarang harus dapat menyesuaikan diri untuk membatasi pelayanan secara tatap muka dan beralih menjadi pelayanan secara daring dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu jenis pelayanan publik yang terkena dampak ialah pelayanan penerbitan paspor bagi Warga Negara Indonesia.

Saat ini, beberapa negara telah banyak yang membuka kembali pintu masuk ke negara-negaranya bagi para wisatawan mancanegara. Walaupun kebijakan setiap negara berbeda-beda, terutama dalam hal penerapan protokol kesehatan. Namun, tetap tidak menyurutkan niat para wisatawan untuk melakukan perjalanan antar negara. Untuk melakukan perjalanan antar negara tentunya seseorang harus memiliki paspor yang masih berlaku sebagai dokumen perjalanan antar negara.

Direktorat Jenderal Imigrasi menyadari akan pentingnya mengedepankan pelayanan publik kepada masyarakat namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan demi mengatasi pandemi, telah meluncurkan inovasi bagi masyarakat yang berbasis teknologi yaitu Aplikasi Pendaftaran Antrian Paspor Online (APAPO). APAPO adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam hal pengurusan paspor dengan antrian berbasis waktu. Melalui APAPO, masyarakat yang mengajukan permohonan penerbitan paspor bisa datang sesuai dengan jam, hari, dan tanggal yang sudah dipilih.

APAPO dapat diakses oleh pengguna Android melalui Playstore dan iOS melalui Appstore. Tidak hanya itu, APAPO juga tersedia dalam versi web yang bisa diakses melalui laman web http://antrian.imigrasi.go.id. Bagi masyarakat yang mungkin masih awam dengan aplikasi APAPO, ada baiknya memperhatikan tahap-tahap untuk menggunakan aplikasi APAPO. Yang harus dilakukan pertama kali ialah mengunduh aplikasi APAPO melalui layanan penyedia aplikasi sesuai dengan telepon genggam pintar yang anda miliki.

Lalu, lakukan registrasi melalui aplikasi tersebut dengan menggunakan akun email aktif yang anda miliki. Setelah itu akan muncul formulir data diri yang harus dilengkapi sesuai dengan identitas diri yang dimiliki. Kemudian, lakukan verifikasi dengan cara membuka tautan pemberitahuan yang dikirimkan pada email yang anda daftarkan sebelumnya.

Ada sedikit trik jika anda mengalami kesulitan pada saat menginput username ketika melakukan registrasi. Karena aplikasi APAPO menerapkan sistem single username, maka tentu saja tidak bisa menggunakan username dengan karakter yang sama. Untuk mengatasi masalah ini. Anda bisa menggunakan username dengan karakter yang unik yang terdiri dari huruf dan angka. Jika gagal maka dapat dipastikan username yang anda masukkan telah digunakan oleh orang lain, maka anda harus mencoba untuk menggunakan username unik lainnya.

Selain itu, terkadang juga bisa ditemui ada permasalahan yang muncul terkait dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Untuk permasalahan ini, anda bisa datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di tempat anda tinggal untuk memeriksakan NIK yang anda miliki. Nanti, petugas dari Disdukcapil akan membantu anda untuk memeriksa NIK tersebut.

Lanjut ke tahap penggunaan aplikasi APAPO, setelah anda berhasil melakukan registrasi. Anda bisa langsung memilih kantor imigrasi mana yang akan anda tuju untuk mengajukan permohonan antrian paspor. Setelah memilih kantor imigrasi yang akan dituju, anda selanjutnya bisa memilih waktu kedatangan sesuai dengan keinginan anda. Namun, perlu diperhatikan bahwa kuota yang tersedia terbatas sehingga perlu diperhatikan juga ketersediaan kuota yang ada.

Dalam aplikasi APAPO, anda dapat mengajak anggota keluarga yang lain untuk mengambil antrian secara online hingga sebanyak 4 (empat) orang dengan menggunakan akun yang anda miliki. Akan tetapi, anggota keluarga yang bisa didaftarkan hanya anggota keluarga yang terdapat di dalam satu Kartu Keluarga yang sama dengan yang anda miliki.

Terakhir, anda akan mendapatkan QR code yang berisikan data antrian online. Anda bisa menyimpan QR code tersebut ke dalam telepon genggam pintar yang anda miliki dengan format .pdf.
Pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya, anda bisa datang ke kantor imigrasi yang telah dipilih dengan menunjukkan QR code yang didapatkan dari aplikasi APAPO bersama dengan membawa kelengkapan dokumen persyaratan pembuatan paspor. Persyaratan umum yang harus dibawa pada saat pengajuan permohonan paspor berupa e-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran/Akta Perkawinan/Buku Nikah/Ijazah/Surat Baptis. Perlu diperhatikan juga bahwa data yang anda miliki haruslah memiliki data yang sama, karena dokumen persyaratan yang bisa diproses untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya ialah dokumen persyaratan yang memilii data nama, tempat dan tanggal lahir, serta alamat yang sesuai satu sama lain. Bagi anda yang telah mengalami perubahan data nama, dapat melampirkan Surat Penetapan ganti nama yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.

Pada saat ini, untuk menggunakan aplikasi APAPO terdapat beberapa penyesuaian yang diterapkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang sebagai upaya untuk mencegah penyebaran CoViD-19. Berdasarkan Surat Edaran Plt. Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI-GR.01.01-2114 tahun 2020 tentang Pembatasan Layanan Keimigrasian dalam rangka Mencegah Penyebaran CoViD-19 di Lingkungan Kantor Imigrasi. Di dalam surat edaran ini, Direktorat Jenderal Imigrasi mengumumkan tentang aturan pembatasan kuota pelayanan setiap harinya. Untuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, kuota pelayanan setiap harinya tersedia hanya sebanyak 42 (empat puluh dua) pendaftar saja. Aturan ini sangat diperlukan pada saat ini sebagai salah satu langkah untuk mengurangi penyebaran CoViD-19 di masyarakat dengan mengurangi jumlah kerumunan.

Dengan semua arahan yang selalu disampaikan untuk diterapkan mengenai protokol kesehatan di masa pandemi CoViD-19, kita semua diwajibkan untuk bertanggung jawab dalam menjaga berlangsungnya protokol kesehatan pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang pada saat datang untuk mengajukan permohonan layanan keimigrasian. Senantiasa menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dengan baik dan benar. Dengan layanan APAPO, daftar mudah cukup dari rumah. Semoga pandemi ini segera berakhir. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lain-nya