oleh

Disdikbud Gelar Verifikasi BOS Tahun 2021

PANGKALAN BALAI, harianbanyuasin.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin Banyuasin gelar vetifikasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2021, dalam seminggu terakhir.

 

Verifikasi dana BOS jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilakukan oleh tim verifikasi Bidang SMP Disdikbud Banyuasin disesuaikan dengan jadwal yang sudah ada.

 

Kepala Disdikbud Banyuasin, Aminnudin Spd SIp MM didamping Kepala Bidang SMP Ahmad Yunadi Spd MM membenarkan, bahwa timnya sedang melakukan verifikasi BOS sejak Rabu (5/1) lalu.

 

Verifikasi dana bantuan operasional sekolah bagi SMP se-kabupaten Banyuasin dilakukan untuk pencocokan penggunaan bantuan operasional sekolah SMP selama tahun 2021.

 

Tujuan verifikasi tersebut guna memudahkan pemerintah kabupaten Banyuasin dalam membuat neraca anggaran penggunaan BOS tahun 2022 sehingga penggunaan dana BOS terpantau dengan baik.

 

Kegiatan verifikasi tersebut untuk mengetahui kelengkapan dokumen-dokumen yang dimiliki sekolah dalam penggunaan dana BOS,” jelasnya, kemarin.

 

Ada sejumlah dokumen yang diteliti, mulai dari dokumen pelaksanaan anggaran, buku kas umum, buku pembantu kas tunai, buku pembantu kas bank, buku pembantu pajak, buku pembantu rincian objek belanja, surat pertanggung jawaban (SPJ) dan lain-lain.

 

Misalnya terkait dengan dokumen SPJ (laporan), kata dia, tim verifikasi akan melakukan pengecekan kelengkapan dari SPJ, apakah sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) atau belum.

 

“Kalau belum sesuai dan ada yang belum terpenuhi, maka sekolah harus memenuhi kekurangan tersebut” terang dia.

 

Demikian pula bila belanja barangnya tidak sesuai dengan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah), maka pihak sekolah harus mengembalikan dananya ke rekening sekolah atau menunggu RKAS perubahan.

 

Dalam kegiatan verifikasi tersebut, pihak sekolah diimbau untuk memerhatikan sejumlah hal. Di antaranya terkait pengadaan barang modal yang belum ada barangnya, seperti pengadaan mebelair, semestinya disertai dengan gambar.

 

Kemudian dalam pengadaan barang modal yang sudah ada barangnya, lanjut dia, seharusnya juga disertai dengan produk pembandingnya. Sekolah harus membandingkan dengan barang yang spesifikasi yang sama. (muk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya