oleh

Model Pembelajaran PBL dan Pendekatan TPACK Tingkatkan Keefektifan Siswa dalam Pembelajaran Teks Cerpen

Oleh : Isnayati S.Pd
Guru SMP Negeri 7 Rantau Bayur
PROSES pembelajaran merupakan hal penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Di masa pandemi yang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam membangkitkan kembali minat belajar siswa di sekolah. Dimana saat era pandemi siswa lebih cenderung banyak menggunakan gawai memanfaatkan internet, sehingga cenderung pasif dalam tanya jawab untuk mengikuti pembelajaran di sekolah. Persepsi penggunaaan gawai dalam proses belajar mengajar menyebabkan pro dan kontra.
  Di sekolah kami melaksanakan pertemuan tatap muka terbatas dengan sistem ganjil genap. Maka siswa tidak seluruhnya masuk, karena ada pembagian sift untuk mencegah kerumunan dan kluster covid di sekolah. Satu jam pelajaran hanya sekitar 30 menit. Mengingat waktu yang sangat terbatas, maka guru dituntut untuk cepat dan menyiapkan model dan pendekatan pembelajaran yang tepat agar pelaksanaan pembelajaran efektif dan materi yang disampaikan sesuai dengan yang diharapkan.
Pembelajaran yang dilaksanakan saat ini tentu menjadi problematika yang hampir sama pada setiap sekolah. Keaktifan siswa dalam proses belajar merupakan hal yang harus tetap diperhatikan. Mengingat siswa mulai terlena dengan penggunaan gawai sehingga konsentrasi siswa mulai terhambat. Bahkan, tidak sedikit dari mereka mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan bantuan orang lain tanpa mereka pahami terlebih dahulu tugas yang diberikan tersebut. Terkadang juga langsung menjawab soal/ tugas dengan bantuan google. Dengan demikian, model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan pendekatan TPACK (Tehcnological Pedagogical Content Knowledge) digunakan sebagai solusi untuk menarik minat dan keaktifan siswa di kelas.
Mengapa harus menggunakan model PBL dan TPACK? Merunut pertanyaan itu maka dikenali dulu apa itu model pembelajaran PBL. Model PBL atau kepanjangan dari Problem Based Learning adalah umumnya, model pembelajaran ini akan mengenalkan siswa pada suatu kasus yang memiliki keterkaitan dengan materi yang dibahas. Kemudian, siswa akan diminta agar mencari solusi untuk menyelesaikan kasus/masalah tersebut. Selain itu, metode ini akan meningkatkan kecakapan berpartisipasi dalam tim. Sedangkan Pendekatan TPACK merupakan pendekatan yang dikembangkan dari pendekatan Pedagogy Content Knowledge (PCK) yang pertama kali dikenalkan oleh Shulman pada tahun 1986.
Namun, pendekatan PCK tidak sekedar irisan atau gabungan pengetahuan tentang pedagogi dan penguasaan materi namun diperkuat oleh pengalaman-pengalaman guru. TPACK juga merupakan pendekatan pembelajaran yang sangat relevan di masa pembelajaran daring maupun luring saat ini. Hal ini, karena pendekatan TPACK memadukan aspek pengetahuan (Knowledge/K), cara membelajarkan (Pedagogy/P), penguasaan materi pembelajaran sesuai bidang (Content/C) dengan TIK (Technology/T).
Pembelajaran yang diterapkan di sekolah kami khususnya pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi teks cerpen (mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen) tentunya menggunakan menggunakan model dan pendekatan yang disebutkan di atas. Siswa diajak untuk menemukan/ mengidentifikasi masalah sendiri. Adapun langkah dalam model PBL ini yaitu di awal pembelajaran, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, siswa mengamati contoh teks cerpen yang dibuat oleh guru dengan menggunakan media powerpoint, kemudian dari contoh tersebut siswa bisa mengetahui ciri-ciri cerpen, kemudian lebih lanjut pengertiannya. Selain itu, siswa bisa mengidentifikasi unsur- unsur intrinsik cerpen berupa tema, tokoh dan penokohan, alur, setting/ latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat.
Langkah selanjutnya, siswa diberikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) dari guru dan mengerjakan soal LKPD dengan berdiskusi dengan teman kelompoknya. Setelah selesai siswa menyajikan hasil diskusi mereka dengan presentasi di depan kelas. Keaktifan siswa dalam kelas terjadi karena ada tanya jawab dan siswa dari kelompok lain menanggapi. Mereka mampu menganalisis unsur intrinsik cerpen dengan semangat. Lebih aktif lagi, siswa mulai percaya diri saat menjawab soal evaluasi dari guru.
Meski pembelajaran berjalan sangat singkat namun kegiatan belajar mengajar sangat aktif dan ini sudah lebih dari cukup mengatasi kekhawatiran guru terhadap penyesuaian pembelajaran yang sebelumnya hanya bisa dilakukan secara daring. Menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga ketika waktu yang sangat singkat mampu dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam proses tatap muka terbatas. Siswa mampu berperan aktif dan guru harus mampu memberikan apresiasi lebih sehingga pembelajaran berjalan dengan efektif dan sesuai yang diharapkan.
Dengan demikian diharapkan model-model pembelajaran lain bisa dikembangkan, kegiatan pembelajaran harus menyenangkan dan pastinya dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa dan kurikulum yang ada disekolah. Sehingga siswa dapat lebih berperan aktif dalam proses belajar mengajar dan kegiatan pembelajaran efektif sesuai yang diharapkan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya