oleh

Pengguna Knalpot Raching Dapat Dipindana

PANGKALAN BALAI, harianbanyuasin.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuasin, gencar melakukan sosialisasi larangan penggunaan knalpot brong alias raching.

 

Salah satunya dengan memasang spanduk berisi sosialisasi dan imbauan pelarangan menggunankan knelpot brong di lokasi strategis.

 

Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Ricky Mozam mengatakan, selain sosialisasi larangan penggunaan knalpot brong pihaknya juga meminta pengendara patuhi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

 

 

“Kami melakukan sosialisasi dan himbauan dengan cara memasang spanduk pelarangan menggunankan knalpot brong sesuai pasal 258 ayat 1 di Jalam Umum,” ujar Kasat Lantas.

 

Sebab mengganggu kenyamanan dan meresahkan masyarakat terutama ketika malam hari.

 

Selain meresahkan menurutnya knalpot brong acap digunakan oleh pembalap liar.

 

Oleh karena itu dia meminta masyarakat segera lapor kepihaknya bila melihat balapan liar.

 

Pemakaian knalpot sepeda motor ada aturannya. Bila menggunakan knalpot tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan termasuk knalpot brong dapat dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

 

Hal ini sesuai Pasal 285 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Bunyinya setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

 

“Saat ini anggota sudah kita arahkan untuk melakukan penindakan sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. Kami imbau agar pengendara tidak ada lagi yang membuat kebisingan,” pungkas dia. (ron)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya