oleh

Tak Punya Uang, Korban Jukung Meledak Pilih Pulang dan Dirawat di Rumah

AIR SALEK, harianbanyuasin.com – Maridun (38), salah satu korban ledakan Jakung di Desa Upang Marga Kecamatan Air Salek, pilih pulang dari rumah Sakit Muhammad Husain (RSMH) Palembang, lantaran tidak punya uang untuk berobat.

Itu diungkapkan Anton, keponaan korban saat dihubungi Harianbanyuasin.com, Kamis (26/8/2021) sore.

“Tadi dia (Maridun,red) pulang, katanya tak punya uang untuk dirawat inap. Tapi tadi bidan desa mengupayakan untuk kembali dirujuk di RS Siti Patimah, karena kerja sama dengan Pemkab Banyuasin,” ujar Anton.

Dijelaskan Anton, serang sekaligus pemilik perahu Jukung Doa Sejati, Sarudin juga memilih untuk dirawat di rumah. Hal ini, dikarenakan tidak punya biaya untuk mendapat perawatan di rumah sakit yang ada di Palembang.

Menurut Anton, pamannya tersebut memilih untuk di rawat bidan desa ketimbang di rawat di rumah sakit di Palembang. Meski, bidan desa sudah menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada di Palembang.

“Uang tidak ada, bagaimana nanti biayanya. Makanya, paman memilih untuk di rawat di rumah saja. Namanya orang susah, bagaimana dapat uang untuk biaya perawatan,” katanya lagi.

Anton melanjutkan, bila ketiga korban ini masih satu keluarga. Pekerjaan mereka selama 10 tahun ini memang mengangkut BBM.

Dengan adanya kejadian ini, ketiga korban bakal kehilangan mata pencarian. Terlebih, perahu getek yang digunakan untuk mengangkut BBM hangus terbakar tak tersisa.

“Untuk kondisi paman yang bernama Sarudin, masih di rawat di rumah. Katanya mulai enakan, tapi memang luka bakarnya mulai bengkak-bengkak. Makanya, keluarga juga jadi bingung. Untuk di rawat ke Palembang, biaya tidak ada,” ujarnya.

Dikatanya, untuk kondisi Ruslan, masih dalam perawatan. Badannya mulai menghitam dan dipasang infus di leher.

“Untuk paman aku ini Ruslan, dia punya BPJS kesehatan, tapi pihak rumah sakit belum bisa mengklaim sebab ini kecelakaan. Kami minta ada solusinya atau keringanan dari BPJS,” ujarnya.

Anton berujar jika Ruslan kondisinya paling parah. Sebab posisinya sangat dekat dengan percikan api.

“Bisa dikatakan kondisi korban saat ini kritis. Kami mohon doanya semoga paman kami ini diberikan kesembuhan,” ujarnya.

Sebelumnya, perahu jukung Doa Sejati yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) meledak dan hangus terbakar di perairan Sungai Musi Desa Upang Marga Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin, Rabu (25/8/2021) sekitar pukul 21.20 WIB.

Tiga orang yang ada di dalam yakni Sanudin (46), Maridun (38) dan Ruslan (53) warga Desa Upang Marga Kecamatan Air Salek, berhasil menyelamatkan diri dengan cara terjun ke sungai.

Namun, ketiganya mengalami luka bakar lantaran terkena api saat menyambar drum berisikan BBM di perahu getek tersebut.

Sanudin, pemilik getek mengalami luka bakar di tubuhnya, tetapi tidak sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Hanya dirawat di rumah saja.

Kepala Desa Upang Marga Syaiful Lizan SIp MSi membenarkan kejadian naas yang menimpa ketiga warganya tersebut.

“Satu korban yakni Sanudin enggan dibawa ke rumah sakit karena ngaku agak mendingan. Sementara dua korban lainnya yakni Maridun dan Ruslan saat ini tengah menjalani perawatan di RSMH Palembang,” ujarnya dihubungi Kamis (26/8) pagi.

Menurut kades, dugaan sementara penyebab kebakaran ada percikan api dari mesin diesel ke drum BBM yang bocor. (ron)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya