oleh

Tersulut Emosi, Alasan Seorang Ayah Pukul Anak di Sungsang

SUNGSANG, harianbanyuasin.com – Sempat viral, kejadian penganiayaan yang dilakukan seseorang terhadap seorang anak di Desa Marga Sungsang Kecamatan Banyuasin II, Rabu(26/1/2022)

 

Dalam video tersebut, seorang pria menganiaya seorang anak. Kejadian itu di rekam warga dan disebarkan melalui media sosial. Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP M Ikang Ade Putra yang mengetahui video viral tersebut, langsung memerintahkan unit Reskrim Polsek Sungsang.

 

“Kapolsek beserta Kanit Reskrim dan anggota Polsek Sungsang mencari alamat tempat terjadinya kejadian perkara. Diketahui kejadiannya di Desa Marga Sungsang Lorong Majidi Kecamatan Banyuasin II,” kata Ikang, Kamis (27/1).

 

Informasi yang diperoleh, akhirnya pelaku yang memiliki seorang anak ditemukan. Dari keterangan yang dikumpulkan dari pelaku, warga setempat dan perangkat RT, pria yang melakukan pemukulan tersebut adalah orangtuanya sendiri.

BACA JUGA :  Tubuh Korban Penuh Luka Cabikan, Korban Keganasan Buaya PT SAL Ditemukan

 

Pria tersebut marah kepada sang anak, karena sang anak selalu membantah apa yang dibilang ayahnya. Semua ucapan sang ayah, sama sekali tidak didengar sang anak, sehingga sang ayah tersulut emosi hingga berujung ke pemukulan.

 

“Ayahnya bernama Zainal, istri dari Zainal ini Sri Rahayu dan anaknya Karim. Anaknya ini, sama sekali tidak mau menuruti apa yang dibilang ayahnya ini. Sudah tidak menuruti omongan orangtua, tahunya meminta uang saja,” ujar Ikang.

 

Lanjut Ikang, karena kesal dan emosi, membuat Zainal khilaf dan memukuli anaknya di depan rumah. Namun, saat pemukulan tersebut terjadi ada tetangga yang merekam. Video tersebut langsung disebarkan dan seolah-olah terjadi penganiyaan yang dilakukan seorang laki-laki terhadap anak.

BACA JUGA :  Tarawih Malam Kelima Pahalanya Disetarakan Seperti Shalat Di tiga Masjid

 

“Tidak ada langkah atau proses hukum yang dilakukan. Karena, tidak ada unsur penganiyaan yang disengaja. Kejadian itu, sebagai ungkapan kekesalan orangtua terhadap anak yang selalu menjawab dan membantah apa yang disuruh orangtuanya,” jelas Ikang.

 

Disaksikan warga dan juga peragkat RT setempat, ketiganya diminta untuk tidak mengulangi tindakan tersebut. Terlebih untuk si anak, yang harus membantu orangtua dan tidak membantah permintaan tolong orangtua kepadanya. Termasuk, memaksa meminta uang kepada orangtua namun tidak mau membantu atau mendengarkan perkataan orangtua. (ron)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lain-nya