oleh

Truk Bongkar Muat Rongsokan Biang Macet

TALANG KERAMAT, harianbanyuasin.com – Aktivitas bongkar muat barang rongsokan di Jalan Raya Kelurahan Talang Keramat Kecamatan Talang Kelapa, dikeluhkan warga.

Pasalnya, aktivitas bongkar muat barang rongsokan itu kerap mengganggu arus lalu lintas. Tak sedikit menyebabkan kemacetan.

Terkait adanya keluhan itu, Lurah Talang Keramat memanggil pemilik usaha untuk mencarikan solusi terkait permasalahan tersebut.

Pemilik usaha bongkar muat rongsokan AKBP R Tambunan, Selasa (14/9) mengelak, jika aktivitas tersebut mengganggu akses jalan.

“Selama oprasional truk bongkar muat tidak menggunakan jalan untuk parkir ataupun bongkar muat. Kita memiliki izin sejak 2019, dan pada proses bongkar muat, truk yang parkirpun dihalaman kita, itu masih tanah kita, tidak mengganggu jalan,” ucap Tambunan.

Namun adanya keluhan warga, Tambunan akan memperketat pengawasa truk yang melakukan bongkar muat agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Untuk lahan dibelakang depot sudah kita beli dan ada rencana akan dijadikan lahan parkir sehingga nantinya tidak parkir dihalaman depan lagi,” tuturnya.

Sementara Lurah Talang Keramat Leny Marlina Sy SE mengatakan sejauh ini pemilik depot kooperatif dan bersedia menertibkan truk parkir yang hendak bongkar muatan.

“Kita juga menghimbau kepada pemilik depot bongkar muat untuk sama-sama enak, pengguna jalan tidak terganggu dan aktifitas dan depot bongkar muat tetap bisa berjalan,” katanya.

Katanya, pemilik usaha akan membuat tempat parkir baru sehingga tidak mengganggu akses jalan. “Pemilik depot siap dan berencana akan membuka lahan parkir dibelakang depot tidak dihalaman depan lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Fraksi Partai Golkar Suis Tiqlal Effendi mengatakan persoalan bangunan yang berada di atas Daerah Milik Jalan (DMJ) harus diselesaikan sedini mungkin.

“Kalau memang IMB-nya kena DMJ lebih baik membereskan persoalan ini sedini mungkin, jangan sampai bangunan sudah besar baru kita sibuk mana izin dan sebaginya, sama saja mengurai benang kusut,” jelasnya.

Menurut Suis, diperlukan ketegasan dari pihak terkait bila menemukan bangunan yang berada di atas DMJ agar dapat menyelesaikannya sehingga tak akan lagi terjadi kerepotan di kemudian hari yang bisa saja berujung pada persoalan.

“Seperti warung-warung itu di pinggir jalan yang ketika mereka kena DMJ baru ditertibkan ataupun mobil mobil kontainer banyak yang dibiarkan di pinggir jalan, sekarang ok tak ada masalah tapi jika misal negara butuh jalan baru repot lagi,” tambahnya.(ari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya