oleh

Umrah Kembali Dibuka untuk Indonesia, Yuk Persiapkan Paspormu!

OLEH : Duta Wulandari
Analis Keimigrasian Ahli Pertama

PEMERINTAH Arab Saudi akhirnya kembali membuka pintu bagi jemaah umrah Indonesia. Mengutip dari situs Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bahwa kepastian itu disampaikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melalui nota diplomatik yang dikeluarkan pada hari Jum’at, tanggal 8 Oktober 2021.

Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umroh bagi jemaah umrah Indonesia. Komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang bekerja saat ini guna meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah.
Tentunya kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia calon jemaah umrah yang terdampak pembatasan yang diterapkan dalam penyelenggaraan ibadah umrah sebagai dampak dari terjadinya wabah pandemi Covid-19.

Umrah adalah kegiatan keagamaan dalam agama Islam. Menurut bahasa, umrah berarti ziarah. Menurut istilah, umrah berarti mengunjungi Baitullah (Ka’bah) dengan melakukan thawaf, sa’i, dan bercukur demi mengharap rida Allah SWT. Menurut Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hambal, menunaikan ibadah umrah hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, menunaikan ibadah umrah hukumnya sunnah muakkadah.

Setiap jemaah umrah Indonesia wajib mempersiapkan paspor Republik Indonesia sebelum menunaikan ibadah umrah. Paspor Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Paspor adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Warga Negara Indonesia untuk melakukan perjalanan antarnegara yang berlaku selama jangka waktu tertentu. Perjalanan antarnegara ini dimaksudkan untuk berbagai alasan perjalanan, termasuk perjalanan umrah.

Pengajuan permohonan paspor untuk perjalanan umrah dapat dilakukan secara perorangan (mandiri) atau secara kolektif diurus oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah. Pengajuan secara kolektif dapat memanfaatkan Layanan Eazy Passport.

Layanan Eazy Passport adalah pelayanan paspor kolektif jemput bola dimana petugas imigrasi akan mendatangi komunitas pemohon paspor di waktu dan tempat yang telah disepakati antara Kantor Imigrasi dan pihak pemohon. Sebelumnya, komunitas tersebut harus mengajukan permohonan Eazy Passport kepada kantor imigrasi melalui surat permohonan dari pimpinan atau perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah.

Apabila pengajuan dilakukan secara mandiri, tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah mendaftar antrean online melalui Aplikasi Layanan Paspor Online (APAPO). Unduh Aplikasi Layanan Paspor Online melalui Google Play Store atau App Store di smarthphone. Lalu lakukan pendaftaran akun menggunakan google mail atau facebook.
Setelah akun pendaftaran antrean jadi, ikuti tahapan-tahapan selanjutnya, mulai dari memilih kantor Imigrasi, memilih tanggal dan waktu kedatangan, mengisi data pemohon, hingga berakhir pada proses mendapatkan kode booking berupa QR-code.

Khusus untuk pemohon lanjut usia (usia 60 tahun ke atas), bayi (usia 2 tahun ke bawah) dan penyandang disabilitas, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang memberikan layanan ramah pemohon sehingga tidak perlu melakukan pendaftaran online terlebih dahulu. Pemohon bisa langsung membawa persyaratan ke bagian penerimaan berkas permohonan.
Persyaratan yang dibutuhkan untuk permohonan paspor bagi calon jemaah umrah berupa dokumen asli dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk Elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran atau akta perkawinan atau ijazah, paspor lama bagi yang telah memiliki paspor, surat rekomendasi umrah dari Kantor Kementerian Agama Kota/Kabupaten, surat keterangan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, dan izin operasional Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah.

Kemudian di tahun 2017 terbit Surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-GR.01.01-2036 tanggal 16 Juni 2017 hal Penerbitan Paspor Bagi Calon Jemaah Haji/Umrah, yang menegaskan untuk tidak mensyaratkan surat rekomendasi umrah dari Kantor Kementerian Agama Kota/Kabupaten dan surat keterangan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh kepada pejabat tinggi negara, anggota TNI/Polri, Pegawai Negeri Sipil, tokoh masyarakat, orang tua berusia lebih dari 50 tahun dan anak berusia kurang dari 12 tahun.
Pada tanggal dan waktu yang dipilih, datanglah ke kantor imigrasi. Tunjukkan kode booking dan serahkan berkas persyaratan disertai formulir dan surat pernyataan bermaterai yang telah ditandatangani kepada petugas loket penerimaan berkas permohonan. Petugas akan melakukan pengecekan dokumen persyaratan dan apabila sudah lengkap akan diberikan nomor antrean untuk proses pengambilan data biometrik dan wawancara.

Saat proses pengambilan data biometrik berupa foto gunakanlah pakaian rapi dan berkerah. Kemudian petugas akan memandu pengambilan sidik jari. Pastikan jari-jari dalam kondisi kering atau tidak berkeringat. Ikuti instruksi petugas agar hasil pengambilan foto dan sidik jari berkualitas baik. Saat proses wawancara berlangsung, jawablah pertanyaan dari petugas dengan jujur.
Setelah proses pengambilan data biometrik dan wawancara selesai, pemohon akan mendapatkan kode bayar atau billing Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pemohon akan diminta untuk melakukan pembayaran melalui bank, ATM atau kantor pos sesuai dengan biaya paspor yang dimohonkan.
Untuk permohonan paspor biasa 48 halaman, pemohon harus membayar sebesar Rp 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) dan untuk paspor elektronik 48 halaman sebesar Rp 650.000 (enam ratus lima puluh ribu rupiah).

Paspor selesai dan siap diambil dalam waktu empat hari setelah pembayaran. Untuk paspor yang diproses menggunakan layanan Eazy Passport, paspor dapat diambil oleh pemohon langsung atau pun diambil oleh satu orang perwakilan.

Kepada masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai permohonan paspor bagi calon jemaah umrah dan layanan Eazy Passport dapat mengakses laman media sosial Instagram, Twitter, dan Facebook Kantor Imigrasi Palembang. Atau dapat juga mendatangi bagian Pelayanan Informasi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang.
Semoga jemaah umrah yang akan melaksanakan ibadah umrah selama masa pandemi Covid-19 tetap dapat melaksanakan rangkaian umrah dengan khusyu’ dan tenang sesuai dengan tuntunan dan ketentuan hukum (fiqh). Jangan lupa selalu terapkan protokol kesehatan ya! (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya